Suzuki Ungkap Sempat Komunikasi dengan Agrinas

Jakarta, Huutoanland Indonesia

Suzuki Indomobil Sales (

SIS

) mengungkap pihaknya sempat berkomunkasi dengan BUMN Agrinas Pangan Nusantara terkait pengadaan kendaraan niaga untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Namun menurut Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS Donny Saputra, proses komunikasi antara kedua belah pihak ini tak menemukan kesepakatan apapun.

“Jadi kami sudah mengecek secara internal bahwa memang telah terjadi komunikasi antara pihak Agrinas dengan kami. Akan tetapi pada saat terjadi komunikasi kami belum menemukan kesepakatan untuk kemenuhan kebutuhan,” kata Donny di Jakarta, Rabu (11/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Donny tak mau mengurai lebih jauh penyebab kondisi tersebut terjadi. Ia hanya menyebut terdapat sejumlah hal yang tak ingin diuraikannya lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada banyak detail, tapi mohon maaf kami tidak bisa sampaikan di sini sih. Mungkin ada banyak hal,” kata dia

Donny lantas menegaskan pengalaman panjang perusahaan pada segmen kendaraan komersial Indonesia. Kata dia produk andalan yaitu, Carry, sudah digunakan berbagai pelaku usaha di banyak sektor selama puluhan tahun.

“Akan tetapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan bila kami masuk di Indonesia ini pakai kendaraan niaga dari tahun 1976 dengan Carry. Jadi kami sudah lebih dari 50 tahun ada di Indonesia, ini yang pertama,” ungkapnya.

“Kemudian mungkin rekan-rekan juga sudah mulai mengerti bahwa mayoritas pelaku usaha di Indonesia ini sudah mengakui kiprah dari produk kami yaitu Carry,” katanya lagi.

Carry yang dipasarkan saat ini menggunakan penggerak 4×2. Meski begitu, lanjut dia, selama ini spesifikasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di wilayah Indonesia.

“Jadi mereka sudah tahu bagaimana bukti keunggulan baik itu secara daya angkut, ketangguhan mesin, kemudian bagaimana efisiensi bahan bakar dan juga layanan purna jual kami”.

“Akan tetapi saat ini kan Carry menggunakan penggerak 4×2 ya, tapi sejarah sudah membuktikan dengan penggerak tersebut Carry mampu mengakomodir berbagai karakteristik penggunaan kendaraan komersial,” kata dia.

“Kalau rekan-rekan lihat, banyak digunakan untuk perkebunan, pertanian, perdagangan, dan jasa dan lain sebagainya, baik itu dari Sabang sampai dengan Merauke,” jelas Donny.

Donny menambahkan Suzuki terbuka jika Agrinas membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi 4×2. Perusahaan juga mengklaim memiliki kapasitas produksi yang cukup, namun tetap perlu koordinasi dengan rantai pasok jika permintaan dalam jumlah besar.

Dalam pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih, Agrinas akhirnya mengimpor secara utuh pikap 4×4 asal India melalui produsen Mahindra dan Tata Motors sebanyak 70 ribu unit, terdiri dari model Scorpio dan Yodha.

Selain itu Tata berkontribusi dengan mengimpor truk roda enam Ultra T.7 sebanyak 35 ribu unit.

Dengan demikian nilai pengadaan 105 ribu unit kendaraan komersial dari Agrinas mencapai Rp24,66 triliun.

(ryh/fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Huutoanland]

Baca lagi: Bupati Cilacap Ancam Rotasi Kepada Dinas yang Tak Setor THR

Baca lagi: 8 Ide Hampers Lebaran Berkesan untuk Kerabat, Bermakna dan Fungsional

Baca lagi: Pramono Resmikan Taman Bendera Pusaka, Megawati dan Bang Doel Hadir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: