
Jakarta, Huutoanland Indonesia
—
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko berharap kebijakan subsidi kendaraan listrik (EV) di Indonesia dibuat lebih terencana dan tidak berubah dalam waktu singkat.
Menurut dia kepastian kebijakan penting agar pelaku industri dapat menyusun strategi bisnis dan investasi jangka panjang dengan lebih matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan kebijakan setahun sudah berubah lagi. Ini mestinya minimum tiga tahun dievaluasi lagi, sehingga semuanya bisa direncanakan oleh dunia usaha,” kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (21/5).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemerintah bakal memberikan subsidi khusus untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subsidi pembelian mobil listrik ditentukan melalui insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Besarannya dirancang bervariasi, mulai dari 40 persen hingga 100 persen.
Sedangkan, motor listrik skemanya adalah subsidi pembelian Rp5 juta per unit.
Moeldoko menyoroti skema subsidi sepeda motor listrik yang dinilai perlu diarahkan agar tepat sasaran. Ia menilai kelompok pekerja atau mitra perusahaan transportasi seperti Gojek Dkk dapat menjadi prioritas penerima insentif.
“Harapan saya juga, sebagai Ketua Periklindo, untuk subsidi sepeda motor di antaranya itu mesti dipikirkan. Yang perlu dipikirkan satu, mungkin korporasi transportasi seperti Gojek itu, mungkin menjadi prioritas utama. Karena mereka-mereka itu agar lebih mendapatkan pendapat tinggi ya, mestinya itu prioritas utama,” ujarnya.
Ia mengatakan skema subsidi sebaiknya tidak hanya menguntungkan masyarakat yang bergerak lebih cepat untuk mendapatkan bantuan pemerintah, tetapi benar-benar diberikan kepada pihak yang membutuhkan.
“Jangan nanti seratus ribu itu habis di orang-orang yang mungkin sudah tidak perlu subsidi, tapi karena dia duluan, akhirnya dia dapat keuntungan. Berikutnya juga subsidi kita harapkan, itu lebih terencana dengan baik,” ucap Moeldoko.
Kuota subsidi pembelian motor dan mobil listrik masing-masing 100 ribu unit, tetapi kalau sudah terserap habis dijanjikan kembali ditambah. Sejauh ini belum diumumkan petunjuk pelaksanaan subsidi, meski direncanakan bakal berlaku Juni 2026.
(ryh/dmi)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Huutoanland]
Baca lagi: Hasil Malaysia Masters: Ubed Kalah, Wakil Indonesia Habis
Baca lagi: 10 Pendulang Emas Tewas Dibunuh di Papua Pegunungan, Pelaku Diduga KKB
Baca lagi: Menlu RI Sugiono Kecam Perlakuan Tak Manusiawi Israel ke Relawan WNI




2 Responses
Banyak blog membahas GENTING138, mulai dari keunggulan GENTING138, sistem keamanan GENTING138, cara daftar GENTING138, link alternatif GENTING138, bocoran rtp GENTING138, layanan cs GENTING138, kemudahan deposit GENTING138, hingga reputasi GENTING138sebagai platform GENTING138terbaik.
judi slot online dengan Pola Favorit Para Pemain Lama yang Sering Membawa Kemenangan Besar dalam Waktu Singkat MISTERUNTUNG88