
Jakarta, Huutoanland Indonesia
—
Pemerintah terus mematangkan penerapan sistem pembayaran tol tanpa berhenti atau Multi Lane Free Flow (
MLFF
). Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan pra-uji coba melalui penyusunan berbagai skenario teknis sebelum diuji di lapangan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku Badan Usaha Pelaksana untuk menyiapkan kebutuhan teknis pra-uji coba MLFF.
“Kita sedang persiapan untuk menyiapkan ke arah sana secara teknis skenario-skenario yang akan diujicobakan,” kata Ni Komang melansir
detik
, Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu pemerintah belum menetapkan jadwal pelaksanaan pra-uji coba maupun target implementasi sistem pembayaran tol nirsentuh tersebut. Menurut Ni Komang, penentuan waktu baru akan dilakukan setelah seluruh persiapan teknis dinilai matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau persiapannya sudah cukup matang, baru kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra-uji coba,” ujarnya.
Hal serupa juga berlaku untuk lokasi pengujian. Hingga kini pemerintah masih menyusun sejumlah skenario yang nantinya menjadi dasar penentuan ruas tol yang akan digunakan sebagai lokasi pra-uji coba MLFF.
Sementara itu, Direktur PT RITS Renaldi Utomo mengatakan perusahaan saat ini terlibat dalam penyusunan berbagai skenario teknis untuk pelaksanaan pengujian. Beragam kemungkinan kondisi di lapangan sedang dibahas sebagai bagian dari persiapan.
Renaldi menyebut koordinasi antara pemerintah dan investor berjalan dengan baik. Menurut dia, pemerintah tetap menunjukkan komitmen untuk melanjutkan proyek MLFF.
Sebagai investor sekaligus mitra pemerintah dalam proyek tersebut, RITS masih menunggu keputusan mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba. Bali yang sejak awal direncanakan sebagai lokasi percontohan masih menjadi salah satu opsi, meski pengujian juga berpeluang dilakukan di ruas tol lainnya.
Renaldi menjelaskan kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun selama masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dapat digunakan.
“Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung,” kata Renaldi.
Ia menambahkan penyusunan skenario dan pelaksanaan pengujian menjadi tahapan penting sebelum pemerintah memutuskan penerapan MLFF secara lebih luas. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan sekaligus mempercepat proses transaksi di jalan tol.
Secara terpisah, Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan Anton Budiharjo mengatakan implementasi MLFF semakin dibutuhkan seiring meningkatnya volume lalu lintas dan kebutuhan sistem transaksi jalan tol yang lebih efisien.
“Volume lalu lintas terus meningkat. Dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah. Jika ke depan ada kebijakan baru seperti pajak jalan tol, perhitungannya juga akan lebih sederhana karena seluruh data sudah terekam secara elektronik,” ujar Anton.
(fea/ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Huutoanland]
Baca lagi: Logo Bunga Mirip Louis Vuitton, Molly Tea Didenda Rp27 Miliar
Baca lagi: Viral Pemilik Toyota Innova Ngamuk, Mobil Rusak Usai Diisi Bioetanol
Baca lagi: Viral Pemilik Toyota Innova Ngamuk, Mobil Rusak Usai Diisi Bioetanol




16 Responses
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://hammer.x0.to/cgi/support/support_bbs.cgi?mode=past&log=3031&page=60&bl=0&list=topic nyambung banget.
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://hammer.x0.to/cgi/support/support_bbs.cgi?mode=past&log=3109&page=530&bl=5&list=thread juga punya artikel yang relate banget.
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://contact.apps-api.instantpage.secureserver.net/v3/attachment?url=%2F%2Fjoeclassifieds.com saya dapet banyak info juga dari sana.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=455547 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Artikel ini memiliki karakteristik sebagai dokumen literasi mendalam yang mampu menaikkan standar daya kritis pembacanya https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=5609&page=2&rel=1
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://kldp.org/node/63229.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=287603 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/node/61595, lumayan buat pelengkap.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=89835 juga bahas hal yang sama lho.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=294845 rekomen banget buat nambah referensi.
Thumbs up buat penulisnya! Dedikasinya dalam meriset terlihat sekali.https://www.coinbase.com/es-us/converter/sex/jpy
Jarang menemukan artikel yang ritme penulisannya senyaman ini. Sebagai pelengkap bacaan, saya juga sempat membuka [https://www.techmeme.com/080923/p12](https://www.techmeme.com/080923/p12).
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=302016 cekidot aja guys.
Tulisan ini laksana cermin jernih yang memperlihatkan di mana posisi pemahaman kita saat ini https://coursework.uma.ac.id/index.php/ekonomi/about
Jarang sekali ditemukan sebuah esai ilmiah populer yang mampu mempertahankan ketegangan rasa ingin tahu pembaca dari awal paragraf hingga kalimat penutup https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/issue/view/1
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://kldp.org/comment/254356 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.