
Jakarta, Huutoanland Indonesia
—
Hyundai Indonesia
mengungkap sejumlah model yang akan dibawa ke perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, salah satunya mobil listrik Ioniq 3.
“Kami akan perkenalkan saat GIIAS nanti,” kata Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta, Kamis (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ioniq 3 menjadi satu dari lima model yang akan dibawa melantai di GIIAS 2026. Namun untuk empat model lain, selubungnya belum diungkap perusahaan.
Mobil ini dirancang sebagai sebuah crossover yang memiliki kesan futuristik dari segi desain. Bagian depan sekilas tetap menggunakan bahasa desain yang sama dengan Ioniq 5 maupun Ioniq 6.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memakai dimensi panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan jarak sumbu roda 2.680 mm, mobil listrik ini dibangun di atas Electric-Global Modular Platform (E-GMP) Hyundai Motor Group dengan arsitektur kelistrikan 400 volt.
Pada pasar Eropa, mobil ini tersedia dalam dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh untuk varian Standard Range dengan kisaran jarak tempuh WLTP hingga 344 kilometer dan 61 kWh untuk Long Range dengan kisaran hingga 496 kilometer.
Lalu pengisian daya cepat DC dari 10 hingga 80 persen diklaim dalam waktu sekitar 29 menit, sementara pengisian AC mendukung hingga 22 kW.
Sistem penggeraknya roda depan, dan motor listriknya diklaim mampu melepas 107,8 kW dan torsi maksimum 250 Nm, sedangkan kecepatan maksimal 170 km per jam.
Sejumlah fitur turut disematkan pada mobil ini di antaranya Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Remote Smart Parking Assist (RSPA), Memory Reverse Assist (MRA), Surround View Monitor (SVM), Blind-Spot View Monitor (BVM), tujuh airbag, dan lampu proyeksi LED dengan Intelligent Front-Lighting System (IFS).
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Huutoanland]
Baca lagi: Penjelasan KPK soal Sita Aset-aset Japto Ketum PP Diduga Hasil Korupsi
Baca lagi: FOTO: Amazing Toy Show 2026, ‘Surga’ Seniman dan Pencinta Mainan
Baca lagi: Kentang atau Nasi, Mana yang Lebih Baik?




10 Responses
Artikel ini menjawab beberapa pertanyaan yang saya miliki. Untuk tambahan informasi, saya juga membaca di https://wakelet.com/wake/IZ2iiPuejOyPNzjtgDCMB.
Sangat menginspirasi! Pendekatan yang digunakan penulis benar-benar di luar kotak (out of the box) https://townplanning.kerala.gov.in/2019/11/06/sanctioned-master-plans-wayanad/
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://www.sitelike.org/similar/xclusiveloaded.com/ yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://activepages.com.au/profile/epicureannycom bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Artikel ini menyajikan jalan pintas yang legal dan cerdas untuk mencapai hasil kerja yang maksimal https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fi_24012020/ cocok dengan pemikiran saya
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://www.video-bookmark.com/tag/free-crypto-signals-telegram/ juga mengulas hal serupa.
Bahasanya mudah dimengerti banget buat pemula kayak saya. Kemaren sempet nyari-nyari juga dan nemu https://aroundsuannan.ssru.ac.th/index.php?action=profile;area=showposts;sa=topics;u=9414855 yang bahasannya sejalur sama ini.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://magic.ly/melmelku/Dampak-Konsumerisme-pada-Generasi-Muda-di-Era-Digital juga patut buat dicek.
Sangat direkomendasikan untuk mahasiswa atau peneliti.https://magic.ly/cheesecaxe666/Jus-Nanas:-Kesegaran-Tropis-yang-Meledak-dan-Kaya-Enzim
Tulisan ini memberikan kepuasan substansial bagi mereka yang mengutamakan orisinalitas ide dan kekuatan bukti ilmiah https://www.oregonlive.com/hawks/2010/01/winterhawks_brad_ross_added_to.html