Hubungan Honda dan Sony Kandas, Proyek EV Tak Dilanjutkan

Jakarta, Huutoanland Indonesia

Sony Honda Mobility, perusahaan patungan antara raksasa elektronik Jepang, Sony dan produsen mobil,

Honda

, mengumumkan bakal menghentikan proyek pengembangan kendaraan listrik (EV) Afeela.

Langkah ini dibuka setelah Honda telah menyatakan telah mengurangi ambisi pada sektor EV. Perusahaan pada awal Maret ini juga menyatakan akan membukukan penurunan nilai (writedown) hingga 2,5 triliun yen (US$15,7 miliar) seiring pemangkasan rencana EV.

Kondisi tersebut lantas mendorong perusahaan mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun sebagai perusahaan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Sony (6758.T), pembatalan Afeela menjadikan mereka perusahaan teknologi terbaru yang meninggalkan proyek EV. Hal ini sekaligus menegaskan betapa sulitnya pendatang baru menembus pasar yang didominasi Tesla (TSLA.O) dan produsen China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apple (AAPL.O) juga telah menghentikan proyek EV yang digarap selama lebih dari dua tahun lalu, sementara produsen ponsel pintar asal China, Xiaomi (1810.HK), justru melawan tren dengan meluncurkan sedan SU7 setelah lebih dari satu dekade fokus pada elektronik konsumen.

Tak ada jalan

Sony Honda Mobility menyatakan keputusan Honda membuat perusahaan patungan itu kehilangan “jalur yang layak” untuk membawa Afeela ke pasar, karena tidak lagi dapat memanfaatkan teknologi dan aset dari produsen mobil terbesar kedua di Jepang tersebut.

Perusahaan juga menyebut akan memberikan pengembalian dana penuh kepada pelanggan di California yang telah memesan Afeela 1, model pertama yang direncanakan, serta akan melanjutkan diskusi dengan Sony dan Honda terkait langkah selanjutnya.

Pengiriman di California ditargetkan dimulai akhir tahun ini dengan model kedua berbasis prototipe terbaru direncanakan meluncur paling cepat 2028. Pemesanan Afeela 1 sendiri telah dibuka tahun lalu dengan harga mulai US$89.900.

Travis Lundy dari Quiddity Advisors menyatakan Afeela “ditakdirkan gagal” dan itu adalah “proyek gengsi yang aneh”, demikian melansir Reuters, Senin (30/3).

(ryh/mik)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Huutoanland]

Baca lagi: Skandal Andrew Bikin Malu, Putri Beatrice Ingin Pergi dari Inggris

Baca lagi: Mendagri Ungkap Capaian Triwulan I, Serapan Anggaran Capai Rp1 Triliun

Baca lagi: Perairan Bahama Tercemar, Peneliti Temukan Hiu ‘Konsumsi’ Kokain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: